Rabu, 02 Januari 2013
Sabtu, 28 Agustus 2010
Senin, 30 November 2009
In Memoriam Laurensia Dhaniati
"Telah berpulang ke hadirat-NYA rekan kita K-30, LAURENSIA DHANIATY (DHANI) pada malam hari ini (= Minggu, 8-Nov-09) sekitar pukul 21.35 WIB karena sakit (stroke) di RS. SENTRA MEDIKA Cimanggis.
Marilah kita semua memaafkan segala khilaf dan kesalahan almarhumah dan semoga mendapatkan tempat yg terbaik di sisi-NYA."Jenasah akan dimakamkan hari ini di TPU Pondok Rangoon, jam 15.00 WIB.
Selamat Jalan Dhani, semoga kau temukan kedamaian di alam sana...
Rekan K30 - HAJJ 1430 H (year 2009)
Minggu, 11 Oktober 2009
Western Part Silaturahmi - 11 October 2009
Jl. Poncol II, Kav B5 (masuk melalui Jl. Poncol Raya), Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Hadir dalam acara kemarin 8 keluarga sbb :
1. Radix (tuan rumah) + istri + 2 orang anak (co/ce)
2. Zarkoni + istri + 4 orang anak (2 co/2 ce)
3. Indra + istri + 3 orang anak (3 ce)
4. Ari Wibowo + istri + 2 orang anak (2 ce)
5. Marsudi + istri + 2 orang anak (co/ce)
6. Kelik Dewanto + 1 orang anak (co)
7. Prihat Joko - sorangan saja nih...
8. Agoeng + Ratih + masih 3 orang anak (2 co/1ce)
Cukup ramai memenuhi kediaman Radix... sori bikin ribut he..he.. namun cukup memuaskan dahaga untuk saling bersilaturahmi antar sesama, saling info tentang bisnis masing2... dsb.
Mereka yang absen dengan info adalah sbb :
1. Rusmiati - sedang ke solo karena bapaknya stroke masuk RS
2. Aris BJ - sedang ke Makassar karena bapak mertua meninggal
3. Hari Pras - sedang masuk kerja... wah lembur thok arek iki he..he..
4. Lukmanul Hakim - bentrok dengan acara lain
5. Arif BS - sibuk nungguin teknisi Telkom...wis ancen suwe...
6. Ali Mustofa - sibuk persiapan mau travelling... wis woro2 thok... nggak muncul wujude ternyata jare lagi nang Zurich ... apane tugu pahlawan iku rek?
7. Lilik Puspitorini - sedang sakit tapi sempet online pakai YahooMessenger (YM)
8. Upoyo - ada undangan lain
9. Oka - ?
10. Dini - anaknya lagi pada sakit
Yang nggak bisa dihubungi :
1. Andi Novianto
2. Nico
3. Sediyanto
4. Luki Wardhani
5. Sutimi
6. Ricky
7. Evan
8. sopo maneh ya... kayaknya masih ada bbrp... anyway nanti tak update daftar terbaru K30.
VIa phone/YM :
1. Mei
2. Lilik Puspitorini
3. Joko Suroso dan Nanang S - perwakilan Gresik
Hasil yang kita diskusikan :
1. supporting pada pengumpulan dana untuk korban Gempa Padang. Penyaluran dana disepakati untuk disampaikan melalui Dompet Dhuafa Republika. Terakhir pengumpulan tanggal 20 Oktober 2009 - will update the status by Agoeng
2. kita mau coba susun resources K30 dengan lebih detil yang nantinya bisa di align kan dengan program di IKA ITS atau IKA TK ITS baik pusat atau daerah, kebetulan Kelik menjadi bagian dari kepengurusan IKA ITS Pusat seksi Humas... wis cuocok rek. Utk data will update by Agoeng
3. terkait dengan Yayasan Tuna Bangsa yg merupakan program dari IKA ITS Jakarta Raya, kita mungkin bisa diskusikan lebih detil kemudian hari... kebetulan Radix menjadi pengurus juga bagian bendahara...
4. Ada usulan untuk mengkonsolidasi berbagai program yang sudah, sedang dan akan berjalan terutama dalam menyambut 20 Years K30 tahun depan dengan berkumpul lagi pada tanggal 10 January 2010 lokasi di sekitar Bandung/Cimahi. Perwakilan dari OZ sudah confirm untuk hadir, tinggal nanti perwakilan dari East dan Overseas lainnya yang mau datang silakan mendaftar... panitia akan dibentuk kemudian, tapi sing pasti tuan rumah (Dini) harus jadi koordinator he..he..
Oke begitu dulu informasinya... karena foto2 ada di Kelik, Radix, Ari, Marsudi (awak dewe gak kuwat tuku tustel sing apik2 he..he..), maka akan tak upload kemudian.
VIVAT K30
Senin, 20 April 2009
Let's Help the Orphans - Ramadhan 2009
Dalam bulan ramadhan yang lalu kita telah melakukan "iuran" bersama dalam rangka menyalurkan sebagian harta kita untuk pihak2 yang membutuhkan. Dalam program kali ini kita memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak yatim/piatu yang kita salurkan melalui rekan kita Rusmiati. Terimakasih untuk bu Mei yang sudah "urak-urak" kita semua sehingga program ini bisa terlaksana.
From: Sri Rusmiati
Assalamu'alaikum Wr.Wb.Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melindungi kita semua. Amin.Terima kasih atas idenya Mei dan juga respon teman-teman yang baik. Sekedar mengingatkan bahwa di dalam Al Quran disebutkan "Di dalam harta kita ada harta mereka (yatim dan fakir miskin) baik yang mereka minta ataupun yang tidak mereka minta". Untuk itu program yang direncanakan berbentuk "Peduli Pendidikan Dhuafa" saya sangat setuju sekali. Merujuk sunnah rasul bahwasanya dalam mengeluarkan ZIS (Zakat, Infaq dan shodaqoh) diharapkan nantinya si penerima (mustahiq) akhirnya dapat berkembang menjadi muzakki (pemberi). Dan kalo murid-murid saya akhirnya menjadi salah satu target dari program ini aku ucapkan syukur alhamdulillah.Kalo toh tidak saya sangat mensupport program ini dan kita cari anak-anak yang potensial untuk menggapai cita-citanya lebih tinggi. Pertimbangan kenapa ZIS lebih baik untuk pendidikan daripada barang yang bersifat konsumtif diharapkan :
Si anak mempunyai pola pikir yang baik. Untuk itu perlu dipilihkan sekolah yang lingkungannya baik.
Dengan berbekal pendidikan si anak nantinya mampu "bekerja" dan akhirnya bisa menjadi muzakki baru
Sebagai ilustrasi kurang lebih 3 tahun yang lalu muridku dari golongan dhuafa yang sudah lulus tidak bisa meneruskan ke jenjang SMK ( biaya sekolah sekarang tinggi meskipun sekolah negeri), akhirnya Allah mengirim donatur untuk membiayai sekolahnya. Alhamdulillah kita carikan sekolah dan karena memang potensial anak tersebut pas PKL di perusahaan sudah diorder. Setelah bekerja si anak sudah bisa membiayai pendidikan adiknya. Donatur bisa kita alihkan ke yang lain. Walhasil si anak sudah bisa menjadi muzakki.
Laporan :
Dari iuran yang telah kita lakukan, alhamdulillah terkumpul sejumlah Rp. 11,200,000 (sebelas juta dua ratus ribu rupiah) dan sudah kami serahkan kepada Rusmiati untuk disampaikan ke anak-anak yatim/piatu tersebut.
Mudah2an amal baik kita semua ini bisa terus kita tingkatkan... amin.
Selasa, 10 Maret 2009
Insight into Decision Making
Insight into Decision Making - Good One:
A group of children were playing near two railway tracks, one still in use while the other disused. Only one child played on the disused track, the rest on the operational track.
The train is coming, and you are just beside the track interchange. You can make the train change its course to the disused track and save most of the kids. However, that would also mean the lone child playing by the disused track would be sacrificed. Or would you rather let the train go its way?
Let's take a pause to think what kind of decision we could make........ ........
Most people might choose to divert the course of the train, and sacrifice only one child. You might think the same way, I guess. Exactly, to save most of the children at the expense of only one child was rational decision most people would make, morally and emotionally. But, have you ever thought that the child choosing to play on the disused track had in fact made the right decision to play at a safe place?
Nevertheless, he had to be sacrificed because of his ignorant friends who chose to play where the danger was. This kind of dilemma happens around us everyday. In the office, community, in politics and especially in a democratic society, the minority is often sacrificed for the interest of the majority, no matter how foolish or ignorant the majority are, and how farsighted and knowledgeable the minority are. The child who chose not to play with the rest on the operational track was sidelined. And in the case he was sacrificed, no one would shed a tear for him.
The great critic Leo Velski Julian who told the story said he would not try to change the course of the train because he believed that the kids playing on the operational track should have known very well that track was still in use, and that they should have run away if they heard the train's sirens.. If the train was diverted, that lone child would definitely die because he never thought the train could come over to that track! Moreover, that track was not in use probably because it was not safe. If the train was diverted to the track, we could put the lives of all passengers on board at stake! And in your attempt to save a few kids by sacrificing one child, you might end up sacrificing hundreds of people to save these few kids.
While we are all aware that life is full of tough decisions that need to be made, we may not realize that hasty decisions may not always be the right one.
'Remember that what's right isn't always popular...
and what's popular isn't always right.'
Everybody makes mistakes; that's why they put erasers on pencils.
Minggu, 22 Februari 2009
Jumat, 13 Februari 2009
Breaking NEWS
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun
Last night I got sms from our friend... Hero "BOGI" Samodera yang telah lama tidak kita ketahui kabar beritanya, yang mengabarkan berita duka cita bahwa ibunda tercintanya telah meninggal dunia.
Kami segenap K30 Community turut berbela sungkawa dan memanjatkan doa bagi beliau agar segala amal baiknya bisa diterima disisi Allah SWT.
Juga bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan ini. Amin.
Regards, moderator.
Minggu, 02 November 2008
Himatekk Reborn
Sebagian dari kita – yang aktif mengikuti update Milis Altekimits – pastinya sudah mengetahui adanya “kelahiran kembali” Himatekk yang baru di launching 18 Oktober 08 yang lalu. Kita mestinya turut bersyukur dengan aktifnya Himatekk sehingga mampu mempunyai bentuk dan format kepengurusan yang lebih baik. Dan juga yang tidak kalah penting adanya program2 yang bisa bermanfaat baik bagi mahasiswa, almamater dan alumni TK ITS.
Salah satu yang baru dari acara tersebut adalah launching Logo baru Himatekk sebagai berikut :
Untuk lebih jelasnya, silakan monitor aktivitas mereka di www.himatekk.com (bisa click link ini via Blog kita juga)
K30 TK ITS Community
Ass Rekan Semuanya,
Melanjutkan pembahasan dari hasil silaturahmi bulan lalu untuk wilayah barat, berikut ini summary nya :
K30 TK ITS Community
A ZONE-ing
A.1 NATIONAL
A.1.1 National Community Leader : Zarkoni
A.2 WESTERN
A.2.1 Western Community Coordinator : Agoeng HM
Banten Area Coord : Ali Mustofa
Tangerang Area Coord : Marsudi
Bekasi Area Coord : Zarkoni
Jakarta Area Coord : Andy Novijanto
Bogor Area Coord : Hary Pras
A.3 EASTERN
A.3.1 Surabaya Coord : Evan
A.3.2 Gresik Coord : Nanang/Hendro
A.4 CENTRAL
A.4.1 Kudus Coord : Rahmat/YM
A.5 OVERSEAS
A.5.1 Asia excl ID : Irfan Syafii
A.5.2 Australia : Mei/Novi
A.5.3 Others : ?
A.6 Master Data
A.6.1 Coordinated by Community Moderator : Agoeng HM
B Business Type
B.1 Chemical/Petrochemical/Oil&Gas
B.2 Trading
B.3 Water Treatment
B.4 Banking
B.5 Property
B.6 Services
B.7 Intrepreneur
B.8 Education
B.9 Others ??
C Programs
C.1 Profit
C.1.1 PT. Katigapuluh ?
Still need to have further discussion
C.2 Non-Profit
C.2.1 Kuliah Tamu
C.2.2 Beasiswa
C.2.3 Gathering : Family Gathering / Halal Bihalal, Alumni only
C.2.4 Further Discussion for these programs will be communicated later
D Communication Type
D.1 K30_TK_ITS@yahoogroups.com
See document: K30_TK_ITS
D.2 http://k30tkits.blogspot.com/
See document: k30tkits.blogspot.com
E Funding
E.1 Purpose: to Support Program
E.2 By Zone
E.2.1 Coordinator for Western : NT. Kusumaratih
Fund Coordinator need to announce Bank account
Monthly "donation" agreed : IDR 15,000 that could be paid as monthly, quarterly or annual basis
Submit report at least in quarterly basis
Work with every area coordinator to complete the target
E.3 National
E.3.1 Need to have discussion with other region, Led by Community Leader
Rabu, 29 Oktober 2008
FLICKR - Cak NF dan Mas HEGO
Supaya kita semua juga bisa menikmati hasil jepretan Mas Hego dan Cak Novi... saya sudah upload koleksi mereka di Blog kita ini... Silakan go to K30 TK ITS blog dan anda akan melihat koleksi foto mereka (yang ternyata hobi fotografi) secara langsung dalam slide show...
Wassalam.
Kamis, 23 Oktober 2008
WeStErN Part Family Gathering - 18 Oct 2008 - Part1
Nah seperti informasi dari milis, banyak anak2 kita yang tertarik pada "batu2" yang tersedia... alhamdulillah tidak ada kaca yang pecah :-)
Foto dokumentasi berikut ini adalah sekumpulan dari ibu2 K30 yang hadir mendampingi sang suami...
sedangkan yang dibagian belakang dari ki-ka : Bu Hary (gendong anak kecil tapi bukan anggota keluarga Hary Pras lho... melainkan junior #3 dari Indra), lalu Bu Ali Mustofa. Tidak tampak di gambar adalah Bu Indra... eh kemana ya waktu itu?
Yang cukup surprise buat kita semua, yaitu kedatangan Bu Sutimi dan Bu Rusmiati yang terus terang sejak lulus kuliah nggak pernah ketemuan lagi... Terima kasih buat para suaminya yang bersedia hadir mengantarkan sang istri utk reuni-an he..he..
Gambar disamping adalah sebagian "kecil" dari para junior yang bisa dengan tenang diminta bergaya he..he.. 2 gadis kecil berbaju putih adalah junior dari Andy Novijanto, lalu sepasang anak berbaju merah adalah junior dari Hary Pras.
Untuk foto lengkap akan saya upload kemudian ... (di milis K30_TK_ITS@yahoogroups.com page... bagian photo album)
Dari beberapa komunikasi yang ada, saya coba rangkum menjadi informasi berikut ini. Maaf kalau kurang jelas karena gambarnya kecil. Informasi lebih jelas akan saya kirim via milis, tapi untuk bisa lihat format dokumen seperti dibawah, anda2 sekalian harus install mindmap.viewer yang bisa diinstall gratis... bagaimana caranya - nanti saya inform via milis.
Secara singkat ada 5 hal yang kita bicarakan yaitu :
1. Zone-ing, yang membahas bagaimana kira2 struktur komunikasi dari komunitas kita
2. Sebaran alumni dalam bidang Bisnis yang ditekuni masing2 - perlu lebih detil lagi penjelasannya - to be continued
3. Funding, kita ingin agar komunitas ini mempunyai dana yang bisa mensupport program2 yang akan kita lakukan
4. Nah apa Program yang kita mau lakukan... kita bagi menjadi 2 bagian besar i.e. profit dan non-profit
5. Last but not least, yaitu bagaimana cara agar silaturahmi komunitas kita tetap lancar (Komunikasi)... silakan selalu tune-in di milis K30_TK_ITS@yahoogroups.com dan blog kita ini http://k30tkits.blogspot.com/
Oya... ada bbrp member yang tidak hadir dengan ijin i.e. Radix, Aris BJ, Hadiaman, Dini, Rahmat, Prihat... sing lainnya wis nggak onok kabare...
Untuk Part1 sementara ini dulu info yang bisa disampaikan... akan disambung lagi dengan Part2 berisi informasi / update tentang master data K30.
Wassalam, 2902300938
Minggu, 19 Oktober 2008
Migrasi ke MILIS terbaroe
Mohon agar anda2 para member untuk segera “mengundurkan diri” dari milis
K-30@yahoogroups.com dan migrasi ke K30_TK_ITS@yahoogroups.com
Yak apa caranya? Ada 2 cara yaitu aktif dan pasif...he..he..
Untuk yang mau aktif lakukan sendiri, begini caranya :
Kirim email kosongan ke alamat berikut ini :
K-30-unsubscribe@yahoogroups.com ini untuk delisting dari milis tersebut.
Selanjutnya nanti silakan kirim kosong ke :
K30_TK_ITS-subscribe@yahoogroups.com supaya anda bisa jadi member baru di milis kita yang baru.
Nah untuk yang mau terima jadi... akan saya kirimkan invitation ke address email masing2 lalu tugas anda2 sekalian "hanya" tekan/klik tombol "Join this groups"
Contoh emailnya nanti akan seperti berikut ini...
-----Inline Message Follows-----
This invitation expires in 30 days.
Monday, 20 October 2008 - 1:13 AM UTCagunghm@yahoo.com has invited you to join the K30_TK_ITS group!
Join this group!
Yahoo! Groups is a free service that allows you to stay in touch with friends and family or meet new people who share your interests. Yahoo! Groups values your privacy. It is a violation of our service rules for members to abuse this invitation feature. If you feel this has happened, please notify us. You may also change your email preferences to stop receiving group invitations in the future. Your use of Yahoo! Groups is subject to our Terms of Service.
OK rek, selamat mencoba... bila ada kesulitan sila kirim email or sms he..he..
Wassalam, 2902300938
How to POST to our BLOG
Banyak para member yang ternyata sudah kepingin untuk ikutan nulis, sumbang saran di blog kita... alhamdulillah... Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya via milis, kalau ada yang mau sumbang saran or kirim tulisan ke web blog kita, sila kirim bahan tsb ke alamat email dibawah ini :
agoenghm.k30tkits@ blogger.com
Materi tulisan nanti akan langsung masuk sebagai konsep bahan utk selanjutnya bisa tak posting... tapi saya screening dulu ya... he..he..
Blog ini sudah saya set utk bisa kirimkan notifikasi otomatis ke milis terbaru kita K30_TK_ITS@yahoogro ups.com begitu ada posting-an baru... Sengaja saya nggak masukin alamat milis yang lama supaya segera migrasi . Saya sedang coba lagi utk migrate-kan anggota di milis yang lama ke milis baru... sebagian berhasil tp sebagian gagal... saya akan coba maning deh...
Wassalam, 2902300938
Kamis, 16 Oktober 2008
History Krisis Subprime di AS
Dear Konco2…
Berikut ini Catatan Ringkas yang mungkin membantu kita sedikit mengerti tentang gonjang-ganjing keuangan dunia yg kita dengar dari media massa akhir-akhir ini .... buat selingan yach... he..he..
Jluntrungan Krisis Subprime di Amerika Serikat
Kalau Langit Masih Kurang Tinggi
Oleh: Dahlan Iskan
Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya
''menceritakan' ' secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS
saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit
liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:
Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus
berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah
perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal
caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.
Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau
tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka
mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus
terus naik dan labanya harus terus meningkat.
Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu
orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan
mereka.
Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau
para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih
tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.
Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual
saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang
kian banyak.
Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan
baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara
kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja
para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak,
hukum perburuhan, dan seterusnya.
Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa
tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa
untung, tapi kadang bisa rugi?
Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa
disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa?
Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar
dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari
laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para
CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden
George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?
Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti
tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk
terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus
dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan
baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang
lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan
cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.
Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk
bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat
jalan.
Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para
direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar
setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik.
Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi
happy karena dapat dukungan atau sumber dana.
Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan
kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli
kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya.
Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.
Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak
bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau
negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa
saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di
dunia: USD 2 triliun!
Sudah lebih dari 60 tahun cara ''membesarkan' ' perusahaan seperti itu
dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis.
AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa
dunia.
Tapi, itu belum cukup.
Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak
cukup lagi: harus computerized!
Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus
meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah
sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga
belum cukup.
Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi
perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus
meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan
dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus
diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga
mobilnya.
Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli
rumah?
Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih
besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana
perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa
lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan
penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan
harus semakin besar?
Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada
1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ''Deregulasi Kontrol
Moneter''. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat
diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan
bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan
baru itu berlaku dua tahun kemudian.
Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan,
asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang
dimanfaatkan perbankan secara nyata.
Begini ceritanya:
Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam
undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan
memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti
KPR, meski tidak sama).
Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil
mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya
ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen
setahun.
Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang
terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di
Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam
menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.
Dengan keluarnya ''jalan baru'' pada 1980 itu, terbuka peluang untuk
menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup.
Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif.
Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.
Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan.
Maka, ada lagi ''jalan baru'' yang dibuat pemerintah enam tahun
kemudian. Yakni, tahun 1986.
Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu
isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga
berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya
rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam
fasilitas itu.
Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang
luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di
Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen.
Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan
gratis. Hari tua juga terjamin.
Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat
drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya.
Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun
langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun
berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700
miliar setahun.
Kata ''mortgage'' berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis.
Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah.
Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah
itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh
menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.
Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet,
rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa
itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar
cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung
pergi dari rumah tersebut.
Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman
Brothers?
Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya
karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh
''para pelaku bisnis keuangan'' sebagai peluang untuk membesarkan
perusahaan dan meningkatkan laba.
Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas
mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli
rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.
Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para
pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi untuk
membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun
bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik.
Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung.
Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.
Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam
undang-undang perbankan yang keras.
Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.
Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ''bank jenis
lain'' yang disebut investment banking.
Apakah investment banking itu bank?
Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ''hanya mirip'' bank. Ia lebih bebas
daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak
hal: menerima macam-macam ''deposito'' dari para pemilik uang,
meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham,
menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan
apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang
tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi
adalah jenis investment banking itu.
Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi
pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan
dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam
kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment
banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang
dengan istilah ''personal banking''.
Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang
menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana,
saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya
tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.
Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu
saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung
angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia
tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.
Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu
hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang
kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.
Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan
oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup
seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas.
Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau
turun.
Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah
lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa
dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan
penghematan pengeluaran.
Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi,
pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari
mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita,
bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak
pernah dipikirkan jangka panjangnya.
Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang
dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang
disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak
orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti
nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu
berarti kian banyak yang gagal bayar.
Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula
menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang
lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu
menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain
ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh
menimpa kartu lain. Roboh semua.
Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu?
Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5
triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana
APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana
itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar
lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?
Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau
menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan
sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa
dan negara Indonesia dijadikan satu.
Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan
rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan
orang Indonesia yang ''menabung'' -kan uangnya di lembaga-lembaga
investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.
Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya
tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada
Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.
Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi
salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia.
Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan
sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak
bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa
menanam jagung.(*)
Regards,
Agoeng Hari Moeljono
Senin, 13 Oktober 2008
SaFaRi RaMadHaN 1429H
Alhamdulillah bulan suci Ramadhan sudah kita lewati (bagi kita yg beragama islam)... dan seperti ritual tahuan yang kita lakukan MUDIK LEBARAN. Kegiatan ini mempunyai aktivitas pokok untuk tetap menjalin silaturahmi kepada keluarga, kerabat dan handai taulan menjadi sesuatu yang wajib... khususnya bagi rekan2 K30 di Pulau Jawa (west mid east)...
Lalu bbrp hari kemudian, berkat koordinasi dari Evan (thanks ya...) akhirnya kita bisa mengumpulkan para konco yang berdomisili di Gresik ... sambil nyobain masakan bandeng-nya Pak Elan (suwun buat Cak Hego... sering2 ae rek..he..he..). Ada Evan, Hendro, Nanang (NASA), Joko, Ketut Arya, AHM, Ratih... Absen dari tim Gresik, Hadi Pancoro dan Handoko.
Sayang rek soale karena waktu koordinasi yang mepet, kita nggak bisa mengumpulkan konco2 lainnya di Sby dan sekitarnya... Ibu Umi hanya sempet komunikasi via phone selama acara (sorry ya bu... nggak jadi mampir - lain kali ya).
Nah... karena sudah ada East dan Mid dokumentasi... tinggal acara di West yang tertinggal... Renacana akan diadakan di rumah daku (AHM) di Cikarang pada tanggal 19 Oktober, tapi mohon maaf terpaksa dirubah ke tanggal 18 Oktober (start dari lunch time-selesai) karena tgl 19 saya perlu keluar kota pagi-pagi banget...
Buat yang mau datang tolong konfirmasinya via email/HP spy bisa disiapkan hidangan ala kadarnya he..he.. (sisa lebaran).
Alamat lengkapku :
Kota DeltaMas, Cluster Bahama Blok C No 7, Cikarang Pusat. Kalau dari tol Jakarta-Cikampek, silakan exit tol di km37 Cikarang Pusat.
Ditunggu lho rek.... buat dari region lain kalau pas lagi di Jabotabek, silakan ikutan...
Wassalam


.jpg)

-749225.jpeg)
-749679.jpeg)
-751164.jpeg)

.jpeg)